Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Senin, 23 Januari 2017

Kita dan Alquran

Orang bisu ingin mentartil Al-Quran,
orang tuli ingin mendengarnya,
orang buta ingin melihatnya,
dan kita binasa oleh gadget.

Dr Ahmad Isa al Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al Quran di al Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al Azhar, Mesir. @elmasrw

*****
Di copas secara utuh untuk pengingat diri sendiri dari twitulama.com | twitter, instagram, telegram : @twitulama


Share This:    Facebook  Twitter  Google+

Jumat, 20 Januari 2017

Blog dan Peningkatan Penjualan

           8 comments   

Blog itu memang unik, dan itu sesuai dengan karakter si pemilik blog. Umumnya blog banyak digunakan sebagai brand dengan tujuannya beragam, seperti sarana menyampaikan ide, curhat, jualan atau sekedar buat gaya-gayaan saja, seperti blog ini misalnya. He he he..

Seperti kejadian sekitar 7 atau 8 bulan lewat, dimana saya pernah menyarankan ke salah seorang saudara saya agar beliau bikin blog saja, sekaligus sebagai sarana marketing atas usaha yang sedang rintis. Usaha yang beliau geluti itu adalah jual-beli mobil bekas dan juga agen lepas untuk pemasaran properti. Alhamdulillah, walaupun terkadang ada kendala, kalau dilihat tren perbulan, usaha tersebut sudah mulai stabil dan terus menunjukkan peningkatan penjualan.

Dengan alasan itulah saya mempromosikan ke saudara saya tersebut agar mau memanfaatkan blog dan terus aktif mengelolanya. Maksud saya, setidaknya blog tersebut bisa lebih memudahkan proses promosi dan pengenalan jika dibandingkan hanya menggunakan instant messanger dalam memasarkan produk yang ditawarkan. Setelah saya jelaskan secara mendetil, beliau setuju karena ide saya itu dianggap memang menarik. Sederhana saja. Misalnya selama ini beliau hanya jualan melalui WA dan BBM, dengan blog tentu akan menjadi lebih praktis dengan jangkauan lebih banyak. Jualan dengan WA dan BBM ini jelas akan merepotkan karena cendrung melakukan pengiriman gambar produk (mobil / tanah / rumah dan produk lainnya) secara satu-persatu ke masing-masing kontak calon costumer.

Sebagai bentuk apresiasi, saya sendiri yang menyiapkan langsung blog tersebut setelah sebelumnya membeli sebuah domain dengan brand usaha, yang Insya Allah nanti akan di legalkan dalam bentuk badan hukum resmi. Untuk platform saya menggunakan blogger, mengingat untuk sementara fungsi blog tersebut hanya sebagai sarana informasi dan pemberitahuan saja. Cukup posting ulasan detil lengkap dengan foto-foto produk yang akan ditawarkan, kemudian sebarkan link postingan tersebut melalui ke WA, BBM dan Facebook, maka proses pemberitahuan pun beres. Kemudahan lainnya adalah gambar-gambar yang tersimpan di HP bisa langsung dihapus sehingga tidak memberatkan dan bisa menghemat memori. Selain itu akan lebih memudahkan mendokumentasikan dan menelusuri kembali postingan tentang produk yang sudah ditawarkan maupun yang telah terjual.

Setelah berjalan beberapa bulan, Alhamdulillah banyak komentar dan tanggapan positif beliau peroleh. Blog baru tersebut telah mengundang daya tarik sendiri di kalangan rekan-rekan beliau, relasi ataupun para pelanggan. Beliau juga merasakan manfaat yang diperoleh melebihi menggunakan media sosial untuk sekedar urusan jualan. Selain itu, dengan blog lebih bebas mengungkapkan segala sesuatu. Jadi bisa diibaratkan bahwa blog itu adalah sosmed yang sebenarnya, sementara itu FB dan seluruh instant messanger yang digunakan hanyalah sebagai alat penyebaran saja.

Dalam pengelolaan, saudara saya tersebut tidak mutlak memposting produk-produk yang akan ditawarkan saja, tetapi kadang diselingi juga dengan opini dan berbagai tutorial yang masih tetap berkaitan dengan produk yang dijual. Misalnya tentang bagaimana tips mengetahui kondisi kelayakan sebuah mobil yang akan dibeli dan semisalnya, atau tips mengenai pembelian, interior, eksterior dan hal-hal spesifik dari sebuah properti. Kadang juga beliau berbagi tentang hal-hal yang berkaitan  dengan motivasi dan pengembangan diri berdasarkan pengalaman dan yang telah diperoleh selama ini.

Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa diperoleh langsung dengan mengelola sebuah blog, Harapan saya, dengan adanya blog tersebut semoga akan semakin meluaskan jangkauan usaha dan menjadikannya cepat berkembang. Tidak itu saja, semoga dengan apa-apa yang telah diusahakan selama ini bisa memberikan inspirasi dan meningkatkan semangat wirausaha bagi banyak orang.

Eh iya, bagi yang butuh informasi tentang produk yang ditawarkan, jangan ragu untuk menghubungi beliau di Ramuthi.Com. Saya jamin orangnya asik dan menyenangkan. He he he..


Share This:    Facebook  Twitter  Google+

Rabu, 11 Januari 2017

HOAX


Menghadapi fenomena hoax, sekarang yang penting itu bagaimana kita bisa paham dan arif dalam menyikapi sebuah informasi. Itu saja. Bukan kenapa-napa, saya tertarik saja dengan wacana pemerintah yang akan mengambil tindakan nyata dalam melawan hoax. Terutama hoax yang sering beredar di sosmed dan beberapa situs yang diduga sebagai penyebar kebencian. Disini

Kalau mau jujur, sebenarnya media-media mainstream sekarang banyak juga yang menjadi penyebar hoax. Caranya beragam, salah satunya bisa dengan pengungkapan fakta yang diplintir-plintir. Hanya karena dianggap kredibel, hoax yang mereka sebarpun cendrung luput dari perhatian.

Berita Hoax

Nah, agar jangan sampai menjadi korban hoax, disini diperlukan sekali kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak langsung percaya saja terhadap sebuah informasi sebelum di klarifikasi, atau istilahnya tabayyun dulu. Klarifikasi ini sebenarnya tidaklah sulit, apalagi dengan perkembangan kemajuan teknologi sekarang. Misal, ketika terkoneksi internet cukup search & enter. Setidaknya untuk tahap awal kita sudah bisa dapatkan gambaran informasi lain yang saling terkait sebagai pembanding, walaupun kebenarannya masih belum bisa di bilang mutlak.

Selain itu yang perlu diusahakan adalah bagaimana kampanye dan sosialisasi hoax tersebut juga menanamkan kebiasaan kepada masyarakat agar dalam menyerap informasi, cukup pilih yang hal-hal yang bermanfaat saja. Maksudnya disini adalah ajakan agar mengkonsumsi berita hanya kepada hal mempunyai nilai tambah. Minimal informasi yang bisa membuat pikiran menjadi tenang dan hati menjadi senang.

Sebagai pengingat. Seandainya saja semua informasi yang beredar itu benar (bukan hoax), kalau hanya akan bikin mood kita jadi rusuh dan semrawut, sebaiknya tinggalkan saja. Tidak ada juga gunanya kita selalu harus tahu detil terhadap isu yang beredar. Tidak penting. 

Mudah-mudahan saja saya tidak salah. Kalau seandainya ini dirasa tidak sesuai, mohon diabaikan. Tidak usah ditanghapi, atau anggap saja ini sebagai tulisa hoax. He he he..




Share This:    Facebook  Twitter  Google+

Minggu, 08 Januari 2017

Nasehat Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Nasehat Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya, bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zalim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya, serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu’awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah Ta’ala.” (Lihat Miftah Daaris Sa’adah, 2/177-178)

[Dikutip sebagian dari tulisan ustad. Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, "Taat Kepada Pemimpin yang Zalim"]

Catatan :

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada lagi gunanya saling mengumbar kemarahan terhadap apapun tindakan yang diambil oleh pemerintah, apalagi itu kebencian yang diungkapkan di depan umum seperti sosial media. Adalah bijak untuk terus bersabar dan tetap menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusuhan dan merusak ketentraman. Insya Allah semua akan menjadi lebih baik kedepannya. Seperti pesan diatas, "Pemimpin suatu kaum adalah cerminan dari kaumnya.."

Wallahu'alam..


Share This:    Facebook  Twitter  Google+

Jumat, 06 Januari 2017

Reaksi di Awal 2017

           2 comments   
Sebagai perbandingan, berikut ini ada pesan masuk melalui whatsapp tentang dua contoh reaksi yang cukup unik, namun maknanya berseberangan satu sama lainnya. Tujuan pesan tersebut tidak lebih untuk mempengaruhi pembacanya. Secara tersirat, pesan ini sepertinya ajakan / imbuan untuk mengambil sikap terhadap kondisi yang terjadi sekarang. Adapun isi pesan tersebut :

Pesan 1

*Hadiah Awal Tahun yang Memilukan*
Tarif listrik 900w Naik (yang paling banyak dipakai rakyat kecil).
Tarif STNK cs Naik.
Harga BBM Naik.
Masih Betah dengan Sistem Ini???
*What?!!*
Hanya Syariat Islam dan Khilafah Solusi yang Memahami Manusia dan Memanusiakan Manusia.
Selain itu?
*Kelar hidup loe!*

Pesan 2

Para Ulama menyampaikan, dahulu manusia mengadu kepada salah seorang Salaf lantaran melambungnya harga-harga, maka ia menasehatkan:
“Turunkan harga dengan istighfar.”

Allah berfirman:
"Mohon ampunlah kepada Robb-mu karena sesungguhnya Dia Mahapengampun. Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (Nuh: 10-12)

Dalam redaksi yang lain:
"Turunkan harga dengan taqwa.”

Allah berfirman:
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan jadikan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (Ath-Tholaq: 2-3)
-------------

Dari contoh dua reaksi tersebut, secara pribadi saya lebih cendrung dan sepakat dengan  pesan yang kedua. Alasannya sederhana saja, disamping logis, pesan moral yang disampaikan terasa lebih bijak dan mengena. Wallahu'alam, 
 

Share This:    Facebook  Twitter  Google+