Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Jumat, 09 Agustus 2013

Ziarah Mall Warga Kota Padang

           No comments   

Kumandang takbir menyambut datangnya 1 Syawal telah berlalu. Mesjid – mesjid sudah mulai maju hitungan shafnya. Sebagian mulai sibuk dengan aktivitas silaturahmi ke sanak family, tetangga serta handai taulan. Pusara – pusara mulai diramaikan dengan keluarga yang berziarah, sembari mendoakan serta introspeksi diri bahwa kesanalah kita akan berakhir kelak.


Kembali fitrah seperti bayi adalah pengharapan serta tujuan. Sebulan penuh berpuasa menahan segala nafsu seharusnya membuat kita menjadi istiqamah. Ternyata sebuah ritual yang mempunyai referensi dalam Kitab suci terkadang masih sekedar rutinitas belaka.

Selain tempat pemakaman umum, yang selalu penuh sesak menjelang Hari raya adalah Mall atau Pusat Perbelanjaan. Seperti malam – malam beberapa hari sebelum hari raya, pusat – pusat perbelanjaan di kota Padang dipenuhi oleh “jamaah – jamaah” yang berbelanja untuk kebutuhan hari raya. Hal lumrah ketika Hari Raya akan tiba. Kasir – kasir serta counter pakaian sesak dipenuhi oleh warga yang hendak berhari raya.

Tidak dapat dipungkiri segala baru mejadi semacam kewajiban yang harus dipenuhi. Tidak pandang bulu, anak kecil, orang dewasa, orang biasa atau pengusaha serta pejabat publik sekalipun sepertinya menjadikan hal ini menjadi biasa. Sejenak kita bisa melupakan harga daging dan cabe yang melonjak tinggi saat melihat penuhnya pusat perbelanjaan ini. Ternyata warga Padang tidak terpengaruh dengan krisis ini.

Seperti hari ini, Basko Grand Mall, salah satu dari tiga pusat perbelanjaan besar di Padang penuh sesak dengan antusiasme warga Padang. Mungkin hal ini juga berlaku di Plaza Andalas serta Rocky Plaza.Warga Padang ternyata haus hiburan, butuh relaksasi walau untuk sekedar mencuci mata. Apakah ini pertanda warga Padang mengarah ke hedonisme? Atau hanya sekedar pemenuhan kebutuhan?

Warga Padang seperti warga Sumbar lain umumnya sangat cepat menerima perubahan serta beradaptasi dengan hal baru. Ketika ada hal baru mereka akan sangat antusias untuk mencoba, minimal sekali untuk seumur hidup. Padang juga termasuk warga yang tingkat toleransinya sangat tinggi. Lihatlah ramadhan kemarin, hampir semua rumah makan milik non muslim ikut tutup untuk menghormati bulan suci. Kecuali yang.....Ah sudahlah.

Warga Padang termasuk yang sangat tahan banting, Lihatlah, mereka cepat bangkit dari keterpurukan pasca gempa 2009. Pembangunan dan investasi mulai menggeliat. Sebentar lagi kita akan melihat Pusat perbelanjaan yang “konon” megah Lippo Superblok di Khatib Sulaiman serta Padang Green City di kawasan bypass untuk diziarahi. Terlepas dari polemik, warga Padang wajib berbangga dengan hadirnya investasi tersebut. Tinggal pagar serta filter yang harus diperkuat agar kekhasan Padang yang agamis tidak tergerus.

Sekian tahun kedepan kita akan saksikan ziarah Mall ini akan semakin berkibar, semakin harum seperti bayi yang harum dimana orang selalu berebut untuk menciumnya. Akan semakin menjadi kebiasaan tidak hanya ketika hari raya tetapi akan menjadi kebiasaan seperti halnya kota – kota besar di Pulau Jawa.

Tetapi sebagai warga Padang kita berharap, Semoga ziarah Mall ini hanya sesaat dan tidak menjadikan warga Padang hedon, tetapi tidak lebih hanya kepada kebutuhan ragawi untuk hiburan serta relaksasi. Sehingga pepatah “Adat Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah” tetap abadi di relung hati warga Padang.

Semoga...

Ditulis oleh salah seorang rekan baik, Rezki Rifai.
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

0 komentar:

Posting Komentar