Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Kamis, 26 September 2013

Apa arti mimpi semalam ??


Tidak jarang seorang tidur mengalami mimpi yang menurut bersangkutan mimpi itu dianggap aneh, sehingga perlu ditafsirkan oleh seorang yang dianggap pintar, atau minimal akan mencari tau dari berbagai media apa maksud dari mimpi tersebut.

Sebelum mencari tau maksud dari mimpi yang telah di alami, mungkin kita perlu memahami sedikit tentang "mimpi" itu menurut pandangan Islam dan Sunnah. Dari berbagai literatur para ulama disimpulkan bahwa mimpi yang benar itu merupakan bagian dari nubuwah seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, Hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu’ : 
“Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan orang yang paling benar mimpinya di antara kalian adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” (Riwayat Imam Muslim No.4200)
Dalam riwayat yang lain ada yang menyebutkan bahwa mimpi merupakan satu bagian dari dari 70 bagian nubuwah. Yang pasti mimpi merupakan permulaan dari wahyu. Sedangkan kebenarannya tergantung pada orang yang mengalami mimpi tersebut, dan mimpi yang paling benar adalah mimpi orang yang perkataannya paling benar dan jujur.

Jika zaman sudah semakin dekat dengan kiamat, dikatakan hampir tidak ada mimpi yang meleset, karena jaraknya yang jauh dari masa nubuwah. Sementara pada masa nubuwah tidak memerlukan mimpi-mimpi yang benar ini karena kekuatan cahaya nubuwah.

Mimpi yang menjadi sebab hidayah atau mimpi yang merupakan petunjuk adalah mimpi yang khusus datang dari Allah, dan mimpi para nabi sama dengan wahyu karena tidur para nabi terlindung dari syetan. Sementara kategori mimpi yang mendekati kebenaran adalah mimpi yang tidak bertentangan dengan wahyu, dan perilaku orang yang bermimpi tersebut telah mencerminkan orang yang benar, seperti perilaku yang diajarkan oleh Rasulullah.

Siapa yang ingin mimpinya benar hendaklah dia terus-menerus menjaga kejujurannya, memakan yang halal, menjaga perintah dan larangan, tidur dalam keadaan suci, menyebut nama Allah hingga matanya terlelap. Jika dia berbuat seperti itu, boleh dikatan mimpinya mendekati kebenaran, dan bukan mimpi dusta atau sekedar angan-angan.

Mimpi yang paling benar adalah mimpi pada waktu sahur, karena pada waktu itulah turunnya wahyu, rahmat, ampunan dan saat syetan menyingkir jauh. Begitu juga sebaliknya, mimpi permulaan malam adalah mimpi yang banyak ditebari syetan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa jika mendapati sebuah mimpi yang mengusik pikiran, sebelum mencari arti mimpi tersebut, hendaknya kita perlu memperhatikan hal-hal diatas. Apakah perbuatan dan perkataan kita sudah benar, dan atau perilaku keseharian kita sudah menjalankan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam? Kalau seandainya belum, bisa dipastikan mimpi yang telah kita alami tersebut tidak lebih dari hembusan syetan, ataupun sekedar angan-angan seperti hadist Abu Hurairah radhiallahu anhu diatas...

Wallahualam bi Shawab,

Dikutip dari Madarijus Salikin, Penjabaran Kongkrit "Iyyaka na' budu wa iyyaka nasta'in", Ibnu Qayyim Al-Jauziah.

Catatan : Sebagai tambahan informasi, bisa lihat video ini.
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

0 komentar:

Posting Komentar