Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Selasa, 15 Oktober 2013

Semoga Diberi Keberkahan

Berawal ketika selesai shalat zhuhur di mesjid Fathul Jannah (Bandar Purus – Padang). Dimana sewaktu saya mencari sandal dan mau balik kerumah, tiba-tiba saja saya dicegat oleh salah seorang jamaah yang kebetulan wajahnya familiar.

Saya ditahan agar jangan pulang dulu. Beliau mengajak saya ke bagian depan mesjid. Ternyata disana sudah tersedia masakan hasil qurban yang tersaji prasmanan. Masakan tersebut cukup beragam, terdiri dari nasi rendang, sup daging, dan makanan pendamping lainnya.


Mesjid Fathul Jannah Bandar Purus Padang

Tidak saya saja, semua panitia, jamaah atau siapapun yang ada waktu itu diajak semua untuk menikmati hidangan tersebut, termasuk juga anak-anak yang bermain sambil menyaksikan penyemblihan hewan qurban sejak pagi tadi.

Sementara dari belakang mesjid kelihatan beberapa orang ibu-ibu sibuk menyiapkan tambahan piring dan makanan lainnya. Mungkin saja buat jaga-jaga kalau seandainya kurang. Beberapa panitia yang sebelumnya masih sibuk mengelompokkan daging qurban, satu persatu sudah mulai bersih-bersih, dan bersiap untuk makan bersama.

Sebenarnya ini cukup membuat saya risih, karena yang dipersilahkan duluan untuk mencicipi duluan adalah para tamu yang kebetulan singgah, termasuk saya salah satunya. Apalagi dalam kondisi tersebut saya sadar bahwa saya tidak punya andil sama sekali dalam proses qurban ini, apakah itu sebagai peserta qurban, panitia pelaksanaan, atau pihak yang membantu apa saja.

Apa boleh buat, mau tidak mau saya harus penuhi ajakan tersebut. Bagaimanapun juga kalau orang sudah mengajak, tidak enak juga rasanya menolak. Saya juga tidak punya alasan yang kuat untuk itu, karena siapapun yang ada di lokasi juga diajak untuk menyemarakkan Idul Adha ini bersama-sama.

Akhirnya kami makan bersama. Kebetulan saya duduk bersebelahan dengan seorang bapak yang beliau ini adalah salah seorang panitia. Beliau menerangkan tentang kebiasaan disini bahwa sehabis menyemblih hewan qurban, panitia dan warga selalu makan bersama dulu sebelum qurban dibagikan. Sedangkan tujuan makan bersama ini adalah sebagai pengikat silaturahmi sesama warga dan tamu, sekalian sarana untuk menyemarakan Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam.

Mengenai rasa masakan yang telah dinikmati bersama,  jangan ditanya lagi. Benar-benar enak dan lezat sekali. Penyebabnya selain daging qurban yang dikonsumsi masih segar, yang memasakpun adalah seorang ibu warga setempat yang memang ahli dan berpengalaman dalam urusan masak memasak. Ibu yang memasak tersebut memang berprofesi dalam mengurus rumah makan / ampera.

Ini terbukti dari aroma yang keluar benar-benar bikin semua yang ada disitu jadi lapar. Kami semua makan kenyang dengan berbagai macam sajian. Dalam makan bersama tersebut, suasana kekeluargaan benar-benar terasa, baik itu sesama panitia, warga setempat, maupun pendatang yang hanya kebetulan singgah tanpa memandang status apapun.

Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur dapat merasakan daging qurban yang langsung dimasak saat itu juga. Lebih dari itu, saya berterima kasih sekali atas rasa kekerabatan yang telah saya peroleh. Jujur, saya belum pernah saya alami ini sebelumnya pada sebuah momen perayaan hari besar Islam di daerah manapun. Menurut saya ini luar biasa sekali.

Harapan saya, semoga siapa saja yang telah berpartisipasi dalam qurban tersebut, baik itu perserta, panitia, atau siapa saja yang telah membantu, di beri keberkahan atas apa yang telah dilakukan. Semoga juga semua kebaikan-kebaikan apa yang telah saya terima ini dibalas lebih oleh-Nya. Amin

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H :)
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

0 komentar:

Posting Komentar