Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Senin, 26 Mei 2014

Benarkah mereka sahabatmu?

           1 comment   
Benarkah mereka sahabatmu?

Pernahkah engkau bertemu dengan seorang yang engkau anggap sahabat namun ternyata mereka bukan benar-benar sahabat sejatimu ?

Pernahkah engkau menatap dirimu ketika dalam kesendirian, dan berpikir bahwa orang-orang yang engkau anggap sahabat tersebut ternyata tidaklah lebih dari salah seorang relasi yang hanya mempunyai persamaan kepentingan ?

Pernahkah engkau mempunyai seorang yang engkau anggap sahabat, dan ternyata dirimu bukanlah siapa-siapa di hati dan pikirannya? Bahkan lebih dari itu, mereka adalah barisan pertama yang menikam engkau dari belakang. Subahanallah,.

Begitulah.., ketika kita menapaki kehidupan yang terus berlanjut, seakan kehidupan sosial ini semakin mengerucut seperti pyramid.

Satu persatu sahabat pergi, bukan saja dalam wujud kepergian fisik sahabat yang sebenarnya, tetapi juga kepergian dalam arti dan nilai persahabatan itu sendiri.

Bahkan untuk kasus-kasus tertentu, manusia yang pernah menjadi sahabat dulu, justru sekarang ini telah menghilang sama sekali ditengah kerasnya persaingan hidup yang berhubungan dengan perut dan nafsu. Mereka telah berubah status sebagai orang lain seakan tidak pernah saling kenal sebelumnya..

Cukuplah sahabat itu dikatakan orang yang berani menampar wajahmu disaat dirimu melakukan suatu yang membahayakan diri, jiwa, dan keluargamu agar engkau sadar…

Cukuplah sahabat itu dikatakan orang yang tidak pernah ragu menyimpan dan menutup rapat aib-aibmu, namun mereka berani untuk membisikkan semua kesalahan dan kekuranganmu agar bisa engkau perbaiki…

Cukuplah sahabat itu orang yang mengerti dan paham, bahwa sesungguhnya engkau sekarang sedang tesandar lelah akibat berbagai hempasan, walaupun mereka belum mampu untuk menghilangkan bebanmu...

Semoga kita bisa tetap terus menjalin persahabatan sejati dan terhindar dari persahabatan yang berpondasi rapuh, serta tolok ukur yang keliru berupa kepentingan-kepentingan duniawi, bahkan persahabatan yang berpondasi kemaksiatan kepada Rabb Azza wa Jalla..
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

1 komentar:

  1. kalo menurut saya persahabatan itu ibarat partnership, yang suatu hari nanti akan habis "masa periode"nya. jadi selama masih bisa bersama nikmati saja waktu yang ada :D

    BalasHapus