Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Senin, 13 Oktober 2014

Beruntunglah yang memiliki anak perempuan

           3 comments   
Dalam ikatan perkawinan, memiliki anak adalah suatu dambaan bagi setiap pasangan. Malah untuk itu, sebagian dari mereka akan melakukan usaha apa saja agar mereka bisa mendapatkan keturunan guna alih regenerasi menuju generasi berikutnya.

Namun adakalanya seseorang akan merasa kecewa apabila nikmat anak yang telah diberikan justru tidak sesuai dengan harapan, seperti kelahiran anak perempuan. Kekecewaan ini timbul karena kecendrungan anak perempuan tersebut dilekatkan pada sosok yang lemah, atau suatu yang tidak bisa mewakili pelanggeng keturunan (silsilah keluarga), terutama pada masyarakat-masyarakat yang masih kental terhadap budaya yang patriakat.

Perasaan kecewa inilah sebenarnya yang patut diwaspadai, karena dengan memperturutkan rasa kecewa tersebut, berarti sama saja dengan menyalahkan sang istri (bagi para suami) yang tidak bisa melahirkan anak laki-laki, yang sebenarnya itu di luar kuasanya.

Seperti yang digambarkan dalam Alquran tentang bagaimana kehidupan masa jahiliyah dahulu ketika seseorang diantara mereka mendengar kabar tentang kelahiran anak perempuan mereka ;

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59).

Untuk itu adalah hal yang paling membahagiakan apabila kelahiran anak perempuan itu bisa disikapi secara positif, karena Islam telah menjelaskan bagaimana kemuliaan dalam menjaga anak perempuan yang diberikan Allah kepada yang dikendakinya, sesuai dengan yang di katakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam ;

“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya”.(HR. Muslim 2631)

Diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : "Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

Subhanallah.. begitu mulia dan utamanya memiliki dan menjaga anak perempuan yang dikaruniakan Allah kepada hambanya, sehingga sangat pantaslah seseorang itu bersyukur apabila mereka mendapatkan seorang bayi perempuan ketika istrinya melahirkan seorang anak.

Namun yang perlu dipahami adalah, bahwa mendapatkan anak perempuan merupakan salah satu bentuk ujian yang diberikan Allah kepada hamba Nya, karena adanya berbagai keterbatasan dan karakter perempuan itu sendiri. Untuk itu sangat pantaslah seorang hamba itu tidak berlepas tangan terhadap anak perempuan yang mereka miliki.

Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi tameng baginya di neraka. (HR. Ahmad 24055, Bukhari 1418, Turmudzi 1915).

Kewajiban dan curahan kasih sayang tidak boleh luput diberikan kepada mereka, seperti memberikan pakaian, makanan, penghidupan yang layak, pendidikan, perlindungan dan penjagaan. Ini tidak hanya ketika anak perempuan itu masih kecil saja, penekanan lebihnya hendaklah ketika mereka menginjak usia dewasa, karena kondisi begitulah seorang perempuan tersebut semakin dekat pada fitnah dan syahwat, apalagi kondisi zaman sekarang dimana norma dan aturan sosial dalam bermasyarakat semakin bias.

Tidak hanya kesabaran saja yang dibutuhkan, namun kehati-hatian terhadap penjagaan anak perempuan itu adalah yang paling utama. Perhatian, kasih sayang serta kecintaan kepada anak perempuan haruslah kita berikan kepada mereka. Sungguh perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak perempuan, sekecil apapun itu sangat berharga disisi Allah. Maka sangat pantaslah hal tersebut ditunjukkan kepada anak perempuan tersebut bahwa orang tua mereka sangat menyayanginya, seperti yang dikisahkan pada :

Dikisahkan Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

“Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam cara bicara maupun duduk daripada Fathimah.” ‘Aisyah berkata lagi, “Biasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Fathimah datang, beliau mengucapkan selamat datang padanya, lalu berdiri menyambutnya dan menciumnya, kemudian beliau menggamit tangannya hingga beliau dudukkan Fathimah di tempat duduk beliau. Begitu pula apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang padanya, maka Fathimah mengucapkan selamat datang pada beliau, kemudian berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, lalu menciumnya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 725)

Begitu pula seperti kisah yang ditunjukkan oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu yang disaksikan langsung oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam ;

“Aku pernah masuk bersama Abu Bakr menemui keluarganya. Ternyata ‘Aisyah, putrinya sedang terbaring sakit panas. Aku pun melihat Abu Bakr mencium pipi putrinya sambil bertanya, “Bagaimana keadaanmu, wahai putriku?” (HR. Al-Bukhari no. 3918)

Demikianlah keutamaan-keutamaan memiliki anak perempuan. Semoga para orang tua yang telah di anugrahi anak perempuan diberi kemudahan membesarkan buah hati mereka dengan seharusnya serta penuh kasih sayang.

Wallahu'alam

——
Diringkas kembali dari :
[1] http://www.firanda.com, Keutamaan Anak Perempuan,
[2] http://muslim.or.id, Ganjaran Memelihara dan Mendidik Anak Perempuan,
[3] http://qurandansunnah.wordpress.com, Barang Siapa Memuliakan Anak Perempuan, Janji Surga Telah Menantikannya.
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

3 komentar:

  1. Tulisan yang rancak dan menggugah untuk memilihara dan membesarkan anak perempuan

    BalasHapus
  2. tuliasan yang sangat bermanfaat, dengan gaya penulisan yang sangat baik dan mudah dimengerti, ditunggu postingan selanjutnya :)salam kenal, mampir ke blog aku yukk, jangan lupa kritik + saran + follow juga yaa, :D

    BalasHapus
  3. artikel yang bermanfaat,terimakasih sudah share,,

    BalasHapus