Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Rabu, 17 Februari 2016

Muawiyah I dan Muawiyah II

           1 comment   
Muawiyah I dan Muawiyah II

Muawiyah I [Muawiyah bin Abu Sufyan]

Diriwayatkan setibanya Umar bin Khatab di negeri Syam, Muawiyah menyambutnya dalam acara konvoi (iring-iringan) yang sangat besar. Setelah mendekat, Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau yang memimpin konvoi ini?”

“Ya, wahai Amirul Mukminin”, jawab Muawiyah.

Amirul Mukminin bertanya, “Benarkah ini selalu engkau lakukan setiap kali ada orang asing berdiri di depan pintumu?”

“Benar informasi yang sampai kepada engkau” jawab Muawiyah.

Umar bertanya, “Mengapa ini kau lakukan? Aku benar-benar berniat memerintahkanmu untuk berjalan kaki sampai ke Hijaz.”

Muawiyah menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, aku berada di wilayah yang dihuni banyak mata-mata musuh. Karena itulah aku harus menunjukkan kebesaran penguasa, juga keagungan Islam dan Umat Islam agar mereka gentar. Jika engkau memerintahkan, akan kulaksanakan. Jika engkau melarang, akan ku hentikan.”

Umar berkata, “Wahai Muawiyah, setiap kali aku bertanya kepadamu tentang sesuatu, pastilah jawabanmu membuat ku terdiam. Jika yang kau kau katakan itu benar, maka itulah pendapatmu. Jika yang kau katakan itu tidak benar, berarti itu tipu daya yang engkau lakukan.”

Muawiyah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, perintahkanlah apa saja kepadaku.”

“Aku tidak memerintahkanmu, tidak pula melarangmu”, tanda Umar.

Kemudian seseorang (Abdurrahma bin Auf) berkata, “Wahai Amirul Mukminin, alangkah bagusnya jawaban anak muda ini atas pertanyaanmu kepadanya.” Umar menyahut, “Sumber dan asalnya (keturunannya) memang bagus. Kita tetap menugasinya seperti selama ini kita tugasi.”

Muawiyah II [Muawiyah bin Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan]

Setelah jenazah Yazid bin Muawiyah dishalati dan dikebumikan, orang-orang langsung menghadap Muawiyah II dan membaiatnya menjadi khalifah, lantas diserukanlah kepada orang-orang, “Ash-Shalatu Jami’ah.” Maka Muawiyah II berpidato kepada mereka. Pesan yang disampaikannya antara lain :

“Wahai orang-orang, aku diangkat untuk memimpin kalian, padahal aku tidak sanggup melakukannya. Jika kalian mau, aku akan meninggalkannya untuk diserahkan kepada seseorang yang kuat, sebagaimana Ash-Shiddiq menyerahkannya kepada Umar. Atau, jika kalian mau, aku akan meninggalkannya untuk dimusyawarahkan enam orang, sebagaimana apa yang dilakukan Umar bin Khatab. Hanya saja, tidak ada diantara kalian yang layak untuk itu.

Aku telah meninggalkan urusan kalian, maka angkatlah orang yang layak sebagai pemimpin kalian,” Kemudian Muawiyah II turun dari mimbar dan masuk ke rumahnya. Sejak itu, ia tidak keluar lagi hinngga ajal menjemputnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya. -

~Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah – Prof. DR. Abdussyafi Muhammad Abdul Lathif~
Share This:    Facebook  Twitter  Google+

1 komentar:

  1. Banyak orang yang mencela Muawiyah bin Abu Sufyan padahal beliau adalah salah satu sahabat utama Rasulullah merangkap sekretaris (penulis wahyu). Tidak itu saja, ayah beliau Abu Sufyan adalah orang yang mendapat perlindungan sewaktu Fathul Makkah. Sedangkan saudara perempuan beliau adalah istri dari Rasulullah (Ummu Habibah binti Abu Sufyan). Jadi bagaimanapun hubungan beliau dengan sangat dekat dengan Rasullah.

    Disampaing pintar, tawadhu, beliau juga ahli perang, sehingga beliau di percaya untuk membantu saudara beliau Yazid bin Abu Sufyan sebagai Gubernur Mesir oleh Khalifah Umar bin Khatab RA, dan tidak lama setelah itu belau diangkat menjadi Gubernur defenitif di Yordania.

    Beliau tidak pernah berniat untuk berontak kepada Khalifah Ali bin Abu Thalib RA. Hanya saja beliau menolak untuk berbaiat kepada Ali sebelum diserahkannya pembunuh Ustman bin Affan (sepupu beliau) untuk di qisash. Tentu saja Ali punya alasan / ijtihad yang lain yang dirasa lebih baik..

    Namun fitnah Khawarij dan Syiah lah yang membuat perseteruan Ali dan Muawiyah semakin meruncing dan panas. Namun yang pasti Muawiyah sangat menghormati dan menganggap Ali lebih utama darinya..

    Wallahu'alam



    Terimakasih banyak sudah memberikan ulasan Da Ujank.. cukup mecerahkan.. :)

    BalasHapus