Random

Memuat...

Silahkan ketik keyword Anda

Arsip

Minggu, 08 Januari 2017

Nasehat Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Nasehat Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya, bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zalim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya, serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu’awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah Ta’ala.” (Lihat Miftah Daaris Sa’adah, 2/177-178)

[Dikutip sebagian dari tulisan ustad. Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, "Taat Kepada Pemimpin yang Zalim"]

Catatan :

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada lagi gunanya saling mengumbar kemarahan terhadap apapun tindakan yang diambil oleh pemerintah, apalagi itu kebencian yang diungkapkan di depan umum seperti sosial media. Adalah bijak untuk terus bersabar dan tetap menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusuhan dan merusak ketentraman. Insya Allah semua akan menjadi lebih baik kedepannya. Seperti pesan diatas, "Pemimpin suatu kaum adalah cerminan dari kaumnya.."

Wallahu'alam..


Share This:    Facebook  Twitter  Google+

0 komentar:

Posting Komentar